Sabtu, 03 Oktober 2020

Pemikiran Islam

Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh, 

Pemikiran adalah mafahim, bukan sekadar maklumat yang hanya untuk diketahui saja. Pemikiran Islam datang sebagai petunjuk, rahmat, dan nasihat bagi kehidupan manusia. Layaknya sebuah mafahim, maka sudah seharusnya seorang muslim menjadikan Islam sebagai tolok ukur perbuatan dan seluruh aktivitasnya. Sebab, mafahim adalah seperangkat persepsi yang menjadi sudut pandang seorang muslim dalam menilai segala pemikiran yang tersaji di hadapannya. Dengan demikian, mafahim adalah patokan seseorang dalam berpikir dan bertindak. 



 Berbeda dengan mafahim, maklumat adalah semua informasi dan pengetahuan yang diperoleh seseorang tetapi tidak menjadi patokan dalam berpikir dan bertindak. Maklumat hanya sekadar pengetahuan. Ia hanya sebuah informasi yang tidak menjadi sudut pandang dalam berpikir dan bertindak. Ringkasnya, maklumat hanya seperangkat informasi atau pengetahuan yang tidak menjadi persepsi atau sudut pandang dalam menilai pemikiran-pemikiran yang lain. Layaknya sebuah informasi, ia hanya memperkaya bendahara pengetahuan seseorang. 

 Kembali pada hakikat pemikiran Islam. Jelas bahwa Islam diturunkan kepada Rasulullah saw untuk disampaikan kepada umatnya agar dijadikan sebagai patokan dalam berpikir dan bertindak. Sangatlah naif bila kita sebagai muslim menjadikan pemikiran Islam hanya sebagai maklumat, bukan mafahim. Islam tidak hanya mengajarkan hal-hal yang bersifat transendental, hubungan seorang hamba dengan Tuhannya. Lebih dari itu, Islam mengatur juga interaksi manusia dengan sesamanya. Bahkan Islam juga mengatur bagaimana manusia membawa dirinya, dalam arti mengatur hal-hal yang sangat privat berkaitan mengurus dirinya dengan ajaran-ajaran yang mulia. 

 Bila diperhatikan, Islam memang tidak hanya mengatur urusan ibadah seperti salat, puasa, haji, dan sebagainya. Itu semua aturan yang tercakup dalam hukum ibadah. Islam mengajarkan manusia mengurus dirinya sendiri. Ini bisa dilihat pada ajaran yang menekankan tertanamnya karakter atau akhlak mulia seperti jujur, berani, disiplin, tepat waktu, dan sifat-sifat terpuji lainnya. Di samping itu, dalam aturan yang mengatur hubungan manusia dengan dirinya sendiri ini Islam mengajarkan makanan dan minuman serta pakaian. Berkaitan dengan interaksi dengan orang lain ternyata aturan Islam sangatlah detail. Ada hukum yang berkaitan dengan ekonomi, politik, sosial, budaya, kesehatan, keamanan, dan semua ihwal terkait hubungan manusia dengan sesamanya. 

Dengan menyimak uraian singkat ini, jelaslah bahwa ternyata Islam memiliki ajaran yang menyeluruh yang mengatur seluruh aspek kehidupan. Maka, tidaklah mengherankan bila Allah swt memerintahkan kita agar masuk Islam secara kaffah. Artinya, kita diminta untuk menjalankan ajaran Islam secara keseluruhan, bukan mengambilnya secara sebagian dan meninggalkan sebagiannya yang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar