"Sebenarnya ada banyak jalan untuk menjadi penulis sukses. Yang terpenting adalah teruslah melangkah dan jangan berhenti. Jadikan menulis sebagai kebutuhan bukan kewajiban. Jadikan menulis dan membaca sebagai gaya hidup"
Itulah beberapa penggal kalimat yang terlontar dari Bu Kanjeng sebagai closing statement pada kegiatan Belajar Menulis Gelombang 16. Beliau menjadi pemateri di hari kelima yang jatuh pada hari Rabu, tanggal 14 Oktober 2020. Seperti biasa, kuliah dibuka oleh seorang moderator yang berperan memastikan acara berlangsung aman, tenteram, dan nyaman.
Bu Aam Nurhasanah, membuka acara tepat pada pukul 19.00. Setelah mengucapkan salam, beliau membuka acara dengan sangat ramah. lalu memperkenalkan sosok pemateri yang akan berbagi ilmunya pada para peserta malam itu.
Pemateri malam ini telah akrab dengan para peserta karena pada malam-malam sebelumnya sudah beberapa kali menjadi moderator. Nama lengkapnya adalah Dra. Sri Sugiastuti, M.Pd. Namun, ia lebih populer disapa Bu Kanjeng. Ia lahir pada 8 April 1961. Ia merasa terlambat belajar menulis. Namun, perasaan keterlambatan itu tidak membuatnya patah semangat.
Sebaliknya, ia justru menjadi sangat produktif. Beberapa judul buku telah berhasil ditulisnya. Ada buku yang diterbitkan penerbit mayor. Ada pula yang diterbitkan melalui jalur self publishing. Selain buku-buku solo, ia juga banyak berkolaborasi dengan para penulis lain hingga melahirkan buku-buku antologi.
\
Keterangan gambar: Beberapa buku antologi sebelum pandemi karya Bu Kanjeng
Ketika Pandemi covid 19 melanda, produktivitas Bu kanjeng justru semakin menanjak. Terbukti ada beberapa buku lagi yang berhasil terbit. Setelah berhasil menjadi penulis, Bu Kanjeng tidak pelit berbagi ilmu. Telah banyak guru-guru lain yang akhirnya berhasil menulis buku berkat sentuhan tangan dingin Bu Kanjeng.
Menariknya, dari beberapa gambar atau foto sampul bukunya, bisa disimpulkan bahwa Bu Kanjeng tidak hanya menulis satu jenis buku, tetapi juga berbagai jenis tema telah ditulisnya. Ada buku memoar, motivasi, kumpulan artikel, bahkan juga buku pelajaran.
Bu Kanjeng mengaku bersyukur karena niat dari pembentukan grup belajar menulis dari whatsapp terealisasi. Kini, sudah banyak guru yang berhasil tergugah menulis dan menerbitkan buku. Itu semua tentu saja mendatangkan banyak manfaat pada guru-guru tersebut. Setidaknya, buku-buku itu bisa diajukan sebagai karya tulis dalam kenaikan pangkat/PAK.
Strategi belajar menulis dari whatsapp terbilang sederhana. Peserta hanya diminta membuat tulisan dalam bentuk artikel yang bahannya merupakan hasil resume dari setiap paparan pemateri. Namun, dari dari metode sederhana itu terbukti para peserta berhasil membuat buku baik secara solo maupun antologi.
Dari paparan Bu Kanjeng, kita bisa menyimpulkan bahwa kita harus terus melangkah dan jangan pernah berhenti. Sebab, seribu langkah yang kita ayunkan itu berawal dari satu langkah. Demikian juga dengan menulis. Untuk menjadi satu buku, kita hanya perlu mengawalinya dengan sebuah kata.
Menulis perlu ilmu. Karena itu kita harus terus mencari metode, strategi, cara, atau petunjuk-petunjuk sederhana untuk menulis dengan baik. Berikut adalah beberapa tip dari Bu Kanjeng terkait ilmu kepenulisan.
Tip Menjadi Penulis
1) Banyaklah membaca. Dengan banyak membaca, kita akan terinspirasi. Dari sanalah gaya menulis kita akan terbentuk.
2) Cobalah menulis di berbagai media yang ada. Kita bisa di komputer, buku harian, blog, atau media sosial semacam facebook. Sepertinya halnya pilot, jam terbang menulis akan sangat menentukan kemampuan kita dalam menulis.
3) Cobalah mengirim tulisan ke penerbit, media cetak, atau pun media online.
4) Teruslah menulis. Entah tulisan kita pernah diterbitkan atau malah justru ditolak, jangan berhenti. Perbanyaklah karya kita. Kembangkan terus kemampuan kita dalam menulis.
Untuk menjadi penulis, kita perlu menjaga kedisiplinan dalam menulis. Tanpa kedisiplinan, kita akan menjadi orang yang moody, yang hanya menulis bila ada angin yang baik.
Tip Disiplin Menulis
1) Buat target dan tentukan deadline.
2) Buat kerangka tulisan (outline) agar tulisan kita tidak ngelantur ke mana-mana.
3) Fokuslah untuk menyelesaikan tulisan kita
4) Buatlah reward dan punishment pada diri kita.
5) Pilihlah judul yang menarik dan sesuaikan dengan tema.
6) Usahakan judul dibuat dengan kata yang mudah diingat
7) Buatlah judul yang memancing rasa penasaran untuk mengetahui isinya.
Terkadang, kita dihadapkan pada masalah ide. Bagi pemula, hal ini cukup mengganggu. Bila mau menulis tidak punya ide, lalu apa yang harus dilakukan? Inilah permasalahan ide. Kita harus terus menggali ide. Karena tanpa adanya ide, kita tak mungkin bisa berkarya. Karena itu jangan segan membaca tip mencari ide berikut.
Tip Mendapatkan Ide
1) Bacalah buku sebanyak-banyaknya.
2) Lakukan refreshing. Kita bisa mencoba bepergian ke tempat-tempat yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya. Ini akan menyegarkan otak kita. Rutinitas terkadang membuat otak kaku untuk berpikir.
3) Tuliskanlah apa saja yang bisa kita tuliskan. Cobalah untuk terus menulis dari ketiadaan ide.
4) Carilah referensi dari berbagai media.
5) Tak ada salahnya bila kita mencoba metode ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi)
Terkadang, kita bisa menulis dengan mengikuti lomba. Cobalah untuk mengikuti lomba-lomba menulis. Berikut adalah tip memenangkan lomba.
Tip Memenangkan Lomba
1) Pahami aturan dan syarat-syarat lomba
2) Carilah referensi terkait tema yang dilombakan
3) Setelah selesai menulis, jangan lupa untuk membaca kembali. Bacalah beberapa kali jika perlu. Ini untuk memastikan bahwa tulisan kita sudah tidak ada lagi kesalahan dari aspek teknis.
4) Bila ada kesalahan atau kalimat yang janggal, maka kita harus segera memperbaikinya.
5) Bolehlah meminta bantuan teman untuk membacanya. lalu, mintalah masukan darinya.
6) Kirimkanlah naskah sebelum deadline.
7) Berdoa. Perlu diperhatikan bahwa kegagalan adalah sesuatu yang biasa saja. dari kegagalan kita bisa mendapat pelajaran. Maka jangan segan melakukan evaluasi.
8) Tersulah mencoba. Sadarilah bahwa setiap orang yang berhasil sesungguhnya telah mengalami sederet kegagalan.
Masih banyak tip-tip yang lain. Namun, dari semua tip tersebut sesungguhnya faktor yang paling menentukan adalah kesadaran untuk berhasil. Keinginan untuk menjadi penulis sukses harus ditanamkan pada diri kita. Bila tidak ada keinginan, maka halangan sekecil apa pun akan sanggup melunturkan semangat menulis.
Misalnya, ada sebagian penulis pemula merasa sulit mengatur waktu. baginya, waktu menjadi penghalang utama untuk keberhasilan menulisnya. Padahal, orang yang paling tahu tentang waktu kita adalah kita sendiri. Untuk mengatasi hal ini maka kita perlu mengetahui jadwal kegiatan kita sehari-hari.
Intinya adalah temukan waktu yang tepat untuk menulis. Sebagian orang menulis pada waktu-waktu yang senggang. Ada yang menulis saat mengantre. Ada yang lebih suka menulis pada malam hari sebelum tidur. Tak sedikit orang yang menulis setelah salat subuh. Jadi, kita hanya perlu menentukan waktu yang tepat bagi kita sendiri.
Kuliah malam ini sangat menarik. Banyak pertanyaan ditujukan pada Bu Kanjeng selaku narasumber. Setelah menjawab semua pertanyaan peserta, Bu kanjeng menutup perkuliahan dengan pernyataan kunci. Secara ringkas saya kutipkan poin-poin pentingnya saja.
"Jika terus berjuang, akan ada dua pilihan: mengirimkan tulisan pada penerbit mayor, atau menerbitkannya sendiri. Banyak penulis Indonesia yang awalnya menerbitkan buku secara indie. lalu, karena tulisannya yang potensial akhirnya diterbitkan oleh penerbit besar dan laris."
Bu Kanjeng lalu menambahkan, "Jadi, sebenarnya ada banyak jalan untuk menjadi penulis sukses. Yang terpenting adalah teruslah melangkah dan jangan berhenti. jadikanlah menulis sebagai kebutuhan bukan kewajiban."
Demikianlah materi dari Bu Kanjeng. Peserta mendapat banyak pencerahan dan termotivasi. Sebagai penulis, Bu Kanjeng menyarankan agar menjadikan menulis dan membaca sebagai gaya hidup. Kita harus membaca secara selektif dengan kaca mata yang utuh. Selanjutnya adalah beristikamah dalam menulis. Jika itu semua sudah dilakukan, maka biarkanlah tulisan kita menemui takdirnya.
Terima kasih telah membaca. Masukan yang membangun sangat diharapkan demi perbaikan di postingan selanjutnya. Salam. Badrul Munir






Resume yg mantaaaap bisa jd referensi yg sedang belajar menulis, sukses pak...
BalasHapusTerima kasih, Bu.
HapusWash👍 mantul resumenya. Komplit dan penataan nya apik🙏🙏🙏
BalasHapusTerima kasih.
Hapusresumenya lengkap..mantap
BalasHapusTerima kasih, Bu. Resume jenengan juga wow. Pengambilan angle-nya sesuai dengan bidang yang digeluti.
HapusKereennn ibu.. lengkap
BalasHapusduuuuh....baru kali dipanggil ibu. hiks.
HapusEh Bapak ya.. bagus pa
BalasHapusYa. terima kasih, Bu. Saya lihat blog Ibu tak ada kolom untuk memberi komentar. Jadi belum bisa meninggalkan jejak.
HapusResume yang mantap. Sekadar tambahan, untuk tip sepertinya bisa dielaborasikan dengan pengalaman pribadi penulis. Jadi masing-masing poin dalam tip ada penjelasan singkatnya. Tabik.
BalasHapusOkay, Pak. Masukan yang berharga. Makasih.
Hapus